Postingan

Menampilkan postingan dengan label Budaya Makanan

Cara Mudah Memasak Sambal Matah,Masakan Tradisional Khas Bali,Kuncinya di Serai

Gambar
Inilah cara mudah memasak Sambal Matah, masakan tradisional khas Bali, kuncinya di Serai TRIBUNSTYLE.COM - Sambal matah adalah salah satu sambal khas Indonesia yang berasal dari Bali. Sambal ini terkenal dengan rasa segarnya yang khas, perpaduan antara pedasnya cabai rawit, aroma bawang merah, serta sentuhan jeruk nipis dan daun jeruk. Tak seperti sambal lainnya yang diulek atau dimasak lama, sambal matah disajikan mentah—karena itu disebut "matah", yang berarti mentah dalam bahasa Bali. Meskipun terlihat sederhana, rahasia kelezatan sambal matah justru terletak pada bahan dan cara mengolahnya. Salah satu bahan yang menjadi kunci utama adalah serai. Serai yang diiris halus memberikan aroma segar yang membedakan sambal matah dari sambal lainnya. Selain itu, minyak panas yang disiramkan ke bahan-bahan cincang membuat rasanya lebih menyatu dan nikmat, tanpa menghilangkan kesegaran aslinya. Untuk membuatnya pun sangat mudah. Cukup iris tipis bawang merah, cabai rawit merah da...

Indomie Goreng Vs Ayam Bawang, Pertarungan Abadi yang Bikin Galau Saat Hujan

Gambar
Pernah nggak sih, kalian berdiri di depan rak mie di minimarket, tatapan bingung, tapi batin bergejolak hebat? Di tangan kanan ada sebungkus Indomie Goreng yang legendaris, di tangan kiri ada Indomie Kuah Rasa Ayam Bawang yang hangat dan menggoda apalagi kalau di rebus saat musim hujan. Dua kutub yang saling tarik-menarik, menciptakan dilema yang nyata. Ini bukan cuma soal mie instan, Saudara-saudari sebangsa, ini seperti krisis eksistensial yang melanda bagi penikmat mie tentunya. Indomie dan mie instan lainnya, bagi kita, bukan sekadar makanan. Dia adalah penyelamat di akhir bulan, teman setia saat hujan, obat penenang di kala galau, bahkan saksi bisu skripsi yang tak kunjung usai. Dia adalah simbol kemapanan kuliner yang tak tergoyahkan. Tapi, di balik kemuliaan itu, ada satu pertanyaan fundamental yang seringkali bikin kita mendadak filsuf: Goreng atau Ayam Bawang? Mari kita bedah satu per satu. Indomie Goreng: Sang Legenda Tanpa Kuah Indomie Goreng itu ibarat pacar pertama yang...

Harga Daging Babi Terbaru di Manado Sulut Turun

Gambar
Life Hack Words - Berikut ini harga daging babi terbaru di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) turun dari beberapa waktu lalu. Hal ini berdasarkan pantauan Life Hack Wordsdi Pasar Bersehati Manado pada kemarin Senin 7 Juli 2025. Berapakah harga daging babi terbaru di Manado? Cek di sini selengkapnya. Harga daging babi kini Rp 100.000 per kilogram. Diketahui sebelumnya Minggu 6 Juli 2025 di Pasar Bersehati harga daging babi di angka Rp 105.000 per kilogram. Bahkan beberapa waktu lalu sempat di harga Rp 120.000 per kilogram. Simak juga harga terbaru bahan pokok (bapok) di Pasar Bersehati Manado. Dari informasi yang dirangkum, harga bahan pokok tidak stabil. Ada yang naik, namun ada juga yang mengalami penurunan di Pasar Bersehati. Hal itu diungkapkan oleh Anita salah satu pedagang di Pasar Bersehati Manado. "Memang harga bahan pokok tidak stabil sudah dua hari ini," jelasnya. Menurutnya, pengaruh pasokan jadi penyebab harga bahan tidak stabil. "Kalau stok sudah mas...

Miso Oriental: Perpaduan Mie Ayam-Ramen di Tengah Skena Indie

Gambar
Apa jadinya kalau mie ayam bertemu ramen dalam satu mangkuk? Di Sorosutan, Jogja, ada tempat sederhana bernama Miso Oriental yang menjawabnya. Semangkuk mie dengan kuah rempah lokal, suasana santai, dan playlist band indie jadi magnet anak muda untuk datang berkali-kali.  Buka sejak pukul 17.00 sampai 23.30, warung ini jadi persinggahan anak kuliahan dan anak sekolah. Bukan hanya karena lapar, tapi juga karena suasananya yang sangat artsy, di tembok ada poster The Smiths dan sesekali terdengar lagu Efek Rumah Kaca dan musik musik indie mengalun pelan. Malam itu, Nurdin duduk santai di bangku plastik merah di depan warung. Ia bercerita bagaimana semuanya berawal."Memang suka mie, apalagi mie ayam dan bakmie akhirnya pengen bikin juga tapi dengan cita rasa yg berbeda," katanya. Nurdin tak sendiri. Usaha ini bermula dari temannya, Fadhel Akbar. "Sebenernya punya temenku namanya Fadhel Akbar, dia dulu bukanya di Kasihan deket UMY di tahun 2022 awal, trs tutup selama seten...